Sabtu, 27 Februari 2016

Kho Ping Hoo - BKS#11 - Suling Emas Dan Naga Siluman

Kho Ping Hoo - BKS#11 - Suling Emas Dan Naga Siluman
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Suling Emas Dan Naga Siluman

Seri : Bu Kek Siansu #11

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Puncak-puncak gunung menjulang tinggi di sekeliling, berlumba megah menembus awan. Sinar matahari pagi merah membakar langit di atas puncak di timur, mengusir kegelapan sisa malam dan menyalakan segala se­suatu di permukaan bumi dengan cahaya­nya yang merah keemasan. Salju yang menutupi puncak-puncak tertinggi seperti puncak-puncak Yolmo Lungma (Mount Everest), Kancen Yunga, dan Kongmaa La, berkilauan dengan sinar merah matahari pagi, seolah-olah perut gunung-gunung itu penuh dengan emas murni. Daun-daun pohon yang lebat seperti baru bangkit dari tidur, nyenyak dibuai kege­lapan malam tadi, nampak segar berman­dikan embun yang membentuk mutiara­-mutiara indah di setiap ujung daun dan rumput hijau. Cahaya matahari mencip­takan jalan emas memanjang di atas air Sungai Yalu Cangpo yang mengalir te­nang, seolah-olah masih malas dan ke­dinginan.

Sukarlah menggambarkan keindahan alam di Pegunungan Himalaya ini di pagi hari itu. Pagi yang cerah dan amat in­dah. Kata-kata tidak ada artinya lagi untuk menggambarkan keindahan. Kata-kata adalah kosong, penggambaran yang mati, sedangkan kenyataan adalah hidup, seperti hidupnya setiap helai daun di antara jutaan daun yang bergerak lembut dihembus angin pagi.

Seperti biasa, dari semenjak dahulu sekal
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#11 - Suling Emas Dan Naga Siluman Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Perjalanan Kehidupan

Perjalanan Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Erika Untung

“Passion” adalah jalan bercabang dan tak berujung, namun saling terhubung. Ketika sang supir yang menggerakkan kemudi kendaraan yang bernama “Loyalitas”, ia membutuhkan “Integritas” sebagai bahan bakar untuk melajukan kendaraannya.

Sang supir ingin menjelajahi setiap cabang tersebut, namun cabang tersebut terlalu banyak. Pada akhirnya sang supir memutuskan untuk menekan pedal gas dan kendaraan melaju ke arah cabang yang dia pilih sebagai cabang pertama yang akan dijelajahi.

Selama di tengah perjalanan, sang supir pasti akan mencari pom bensin “Pembelajaran” untuk mengisi bahan bakarnya, dan membersihkan kendaraannya agar terlihat bersih lagi dari debu jalanan. Kadangkala di pom bensin”Pembelajaran” tersebut, ia berjumpa dengan pengemudi lainnya. Berbagi cerita mengenai setiap cabang yang telah mereka lalui sehingga masing-masing mendapatkan pengetahuan baru untuk menempuh perjalanan selanjutnya.

Ketika sang supir menghadapi percabangan, ia akan membutuhkan peta “Kesempatan” untuk membantu menentukan arah mana yang ia pilih.

Ada jalan ya
... baca selengkapnya di Perjalanan Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 22 Februari 2016

Amankah Jatah Bulanan Anda?

Amankah Jatah Bulanan Anda? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dalam beberapa kali menjalani usaha, saya selalu menghadapi kendala. Bukan satu dua, banyak malah. Tapi, dari semua kendala itu, justru saya belajar banyak hal. Salah satu adalah soal jatah bulanan. Lo kok, ada jatah bulanan? Emang pengusaha juga orang gajian?

Yang saya maksud dengan jatah bulanan sebenarnya adalah istilah saya untuk mengamankan keperluan bulanan (baca: harian). Sebab, jika kita tak waspada, usaha yang kita jalankan ketika mengalami penurunan, jatah untuk hidup sehari-hari bisa terganggu. Dan, akibat terganggunya arus kas harian ini, buntutnya bisa panjang lo… Otak panas, kebingungan menentukan arah, pikiran kalut, dan yang pasti, semua hal itu akan mengganggu kita dalam menjalankan usaha.

Sebagai pengusaha, tentu kita selalu mengharapkan untung. Dan, jika yang didapat untung besar, pastilah hal ini akan sangat membantu pengembangan usaha kita. Karena itu, tak jarang, kita selalu berusaha mendapat dan mencari “ikan-ikan besar” demi memperoleh orderan besar.

Tentu, hal tersebut tak salah. Sebab, adanya orderan besar pasti akan jadi darah segar bagi sebuah usaha kita. Tapi, yang jadi masalah biasanya orderan besar ini selalu banyak pemain yang berebut di dalamnya
... baca selengkapnya di Amankah Jatah Bulanan Anda? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 18 Februari 2016

Tips Menghindari Dosa





Untuk menghindari dosa yang sering dilakukan oleh manusia, layak kiranya dipaparkan di sini enam pertanyaan yang pernah disampaikan oleh Imam al-Ghazali, penulis buku “Ihya Ulumuddin” kepada santri-santrinya, Pertama, beliau bertanya : “Apakah yang paling dekat dengan kamu?” Santri menjawab : “Orang tua, saudara, dan teman dekat” Imam Ghazali mengomentari bahwa benar jawaban mereka. Tetapi beliau menambahkan bahwa sesungguhnya yang paling dekat dengan manusia adalah kematian. Tidak sedikit orang yang dikejutkan oleh peristiwa kematian dan tidak sedikit pula orang yang belum siap menjemput kematian. Itu artinya bahwa kematian itu sangat dekat sampai orang-orang belum sempat untuk bertaubat, belum sempat untuk meminta maaf dan belum sempat untuk berbuat baik. Rasulullah mengibaratkan bahwa hidup ini seperti mampir. Tentu tidak berlama-lama manusia tinggal di bumi ini dan segera datang sebuah kematian. Mengingat sebegitu dekatnya kematian, tidak layaklah manusia untuk menambah catatan-catatan dosa. Sebaliknya harus segera bertaubat untuk menghadapi kematian. Manusia tidak layak pula untuk bermalas-malas tanpa berbuat sesuatu yang bermanfaat. Dan lebih tidak pantas lagi jika manusia hidup tidak serius justru sebaliknya mereka bersenang-senang, berleha-leha, bernyanyi, apalagi berjudi.
Kedua, beliau bertanya: “Apakah yang paling jauh dari kamu?” Santri-santri menjawab: “Gunung, langit, matahari, bulan dan bintang.” Imam Ghazali mengatakan benar jawaban mereka, tetapi jawaban yang paling benar adalah masa lalu. Masa lalu yang semestinya sangat jauh dan tidak terlihat oleh manusia tetapi seringkali manusia terjebak oleh masa lalu. Manusia sering mengingat-ingat masa lalu, manusia sering berpedoman kepada masa lalu yang belum tentu benar, manusia sering membuat klaim berdasarkan pengalaman masa lalu yang membuat mereka susah dan bersedih lantas putus asa, manusia sering ngotot dan marah karena masa lalu, manusia juga sering terpukau peristiwa indah masa lalu lantas lupa diri atau membanggakan diri sendiri.  Peluang yang ada di hadapannya disia-siakan karena masa lalu dianggap dekat dan penting. Tidak sedikit orang-orang gagal dan takut karena masa lalu  dijadikan pedoman tanpa mengambil pelajaran atau hikmah dibalik peristiwa itu. Demikian pula tidak sedikit orang yang gagal karena terlalu berani mengambil resiko atas dasar masa lalu. Oleh karena itu banyak-banyaklah mengambil pelajaran dari petunjuk Tuhan yang termaktub dalam kitab suci.
Ketiga, beliau bertanya: “Apakah yang paling besar dari kita?”Santri-santri menjawab: “Matahari, langit dan bumi”. Imam Ghazali mengatakan benar jawaban mereka tetapi jawaban yang benar-benar besar adalah nafsu kita. Nafsu kita mengalahkan segala-galanya, nafsu kita besar dan belum pernah orang merasa puas menikmati nafsu dan keinginannya karena sedemikian besar dan sulit dicapai. Orang lupa diri, lupa anak, lupa istri, lupa tetangga karena sedang mengejar nafsunya yang besar. Bahkan terkadang orang lupa kepada Tuhan dan kitab suci-Nya gara-gara mengejar nafsu lantas menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan. Tidak sedikit orang yang jatuh karena mengejar harta dan kekayaan  melimpah yang tergambar dalam pikirannya. Padahal Alqur’an sudah mengingatkan bahwa kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu. Orang lebih suka kredit bank meskipun susah saat melunasinya karena membayangkan kesenangan yang diperoleh daripada hidup sederhana tanpa pinjam bank. Tidak sedikit orang yang tertipu dengan kesenangan dunia.
Keempat, beliau bertanya kepada para santrinya: “Apa yang paling ringan bagi kita?”  Para santri menjawab bahwa yang paling ringan adalah kapuk, angin, udara dan debu. Mendengar jawaban itu beliau mengatakan bahwa  kapuk, angin, udara dan debu memang ringan tetapi ada yang lebih ringan, yaitu menyepelekan shalat lima waktu, sehingga banyak orang yang masuk ke neraka wail gara-gara melupakan atau menggampangkan shalat. Lebih menyepelekan lagi melakukan shalat secara jamaah. Padahal shalat sebagai tiang agama. Barang siapa mendirikan shalat secara disiplin, maka berarti dia menegakkan agama. Dan barang siapa yang meringankan atau mengabaikan shalat , maka berarti menghancurkan agama, demikian sabda Nabi dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.
Kelima, beliau bertanya lagi kepada santrinya: “Apa yang paling berat bagi kalian?” Para santri menjawab: “besi, batu, baja, dan tembaga. Imam Ghazali mengatakan besi, batu, tembaga memang berat, tetapi yang paling berat adalah menjaga amanat, baik amanat dari rakyat atau masyarakat, maupun amanat dari Tuhan. Meskipun di saat pelantikan mereka mengangkat sumpah untuk tidak menyeleweng atau menyalahgunakan wewenang, tetapi  dalam kenyataannya di lapangan tidak sedikit di antara mereka yang tidak sanggup memikul amanat itu. Mereka banyak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN.
Keenam, beliau bertanya kepada santri-santrinya: “Apa yang paling tajam bagi kita?” Para santri menjawab bahwa yang paling tajam adalah pisau, pedang dan senjata. Imam Ghazali mengatakan bahwa pisau, pedang dan senjata memang tajam untuk membunuh orang, tetapi ada yang lebih tajam lagi, yaitu lisan, yakni lisan yang dipergunakan untuk memfitnah, menyakiti hati orang, menghina dan merendahkan orang lain.Sakit gigi bisa diobati tetapi sakit hati susah mengobatinya. Di dalam Alqur’an dijelaskan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Karena dengan fitnah bisa terjadi pertumpahan darah  terus-menerus dan susah diakhiri dengan perdamaian. Kasus perang Vitnam, perang Korea, perang Iran- Irak, perang Amerika –Irak tidak terlepas dari fitnah atau berita bohong yang dihembuskan oleh masing-masing pihak dan sampai sekarang masih tersimpan sikap permusuhan di antara mereka.

Jumat, 05 Februari 2016

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah memiliki keluarga. Kini, ia sudah kelas 3 STM. Tapi, pikirannya justru terus memikirkan kemanakah kakinya akan melangkah demi uang untuk membantu ibunya. Ia pasti tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras demi menyekolahkan kedua adiknya.

Rofan tahu bagaimana besar perjuangan kedua orang tuanya demi menyekolahkan ia dan juga adik-adiknya. Setelah lulus nanti, ia ingin bekerja agar bisa membantu keuangan keluarganya. Ibunya hanya penjual jamu, sedangkan ayahnya hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Dari situlah keinginannya begitu besar tertanam dalam hatinya. “Aku harus bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan juga adik-adikku. Aku tak ingin hidupku kelak dengan anak dan istriku seperti apa yang aku alami sekarang dengan kedua orang tua dan juga adik-adikku. Tapi, aku bukannya tidak bersyukur denganmu Ya Allah. Aku hanya ingin menyemangati diriku sendiri, agar aku selalu ingat dengan perjuangan kedua orang tuaku. Aku tahu, inilah cara yang engkau beri
... baca selengkapnya di Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu