Selasa, 31 Maret 2015

Manusia Harus Selalu Bersyukur



2. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
 Alhamdulillah adalah ungkapan rasa syukur yang berarti pula ungkapan rasa terima kasih atau penghormatan. Semua pujian milik Allah meski ada pada makhluk, karena semua ciptaan-Nya. Walaupun demikian, bukan berarti orang tidak boleh memuji manusia. Yang tidak boleh adalah gila hormat, ingin dipuji orang dan ingin dihargai orang. Allah sendiri mengajarkan kepada makhluknya untuk menghormati yang lain. Saat penciptaan Adam selesai, sebagai penciptaan yang paling baik dan layak untuk dihargai, Allah langsung menyuruh malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam sebagai penghormatan kepada Adam sekaligus kepada Penciptanya yang sangat luar biasa “Ahsanul Kholiqin”.  Pada saat orang memuji prestasi orang lain, ia harus ingat pencipta prestasi itu, yaitu Allah dan yang dipuji juga merasakan bahwa keberhasilannya adalah berkat pertolongan Allah. Sehingga tidak menjadi angkuh atau sombong sebagaimana iblis.

Persoalan yang muncul adalah satu aspek orang disuruh menghormati dan menghargai orang lain. Aspek yang lain, ketika orang dihormati dan dihargai menjadi angkuh dan sombong. Dan ini seringkali terjadi, sehingga yang dulunya dia suka menghargai dan menghormati, kini berubah, karena yang biasa dihormati dan dihargai menjadi angkuh dan sombong. Lantas sikap yang sebenarnya bagaimana, apakah tetap menghormati dan menghargai orang itu meskipun sombong atau berhenti menghormat. Penghormatan tetap dilakukan disertai dengan menolong dia agar berhenti dari sikap sombongnya.
Pada awalnya orang menduga bahwa Alhamdulillah bukanlah sebuah do’a, karena berisi pujian bukan permintaan dan hanya sebagai ungkapan rasa syukur. Tetapi setelah dianalisa lebih mendalam, terutama dari segi arti doa itu sendiri yang berasal dari kata da’aa, berarti mengajak atau menarik, maka semua perbuatan positif itu disebut doa karena dapat menarik hal-hal positif. Demikian pula perbuatan negatif dapat menarik hal-hal negatif. Sehingga Alqur’an menyebutkan bahwa tidak ada doa orang kafir kecuali dalam kesesatan (QS 13:14 dan 40:50). Jadi perbuatan orang kafir yang negatif termasuk doa. Perbuatan positif itu disebut amal shaleh dan sangat dianjurkan, bahkan diwajibkan karena merupakan doa. Allah berfirman : “dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras” (QS 42:26). Dalam ayat ini, tidak ada kata do’a, tetapi orang beriman yang beramal shaleh itu disebut berdoa dan Allah mengabulkannya, bahkan mengabulkannya lebih banyak dari yang dikerjakan.
Oleh karena itu meskipun alhamdulillah tidak berisi doa, tetap disebut doa karena menarik hal-hal positif.  Bahkan Rasulullah saw menyebutkan dalam haditsnya bahwa alhamdulillah adalah sebaik-baik doa, atau puncak dari segala doa, sebab Allah berjanji : “Apabila kalian bersyukur, maka akan Aku tambah nikmat untukmu, dan apabila kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku amat pedih”
Karena alhamdulillah menjadi puncak dari segala doa, maka rasa syukur menjadi syarat utama dalam setiap pengobatan dan terapi penyembuhan untuk segala macam penyakit. Dan sudah banyak dibuktikan oleh para ahli dari pelbagai kalangan, baik ahli medis, ahli psikologi, ahli terapi maupun ahli anatomi tentang peran syukur. Sungguh amat dahsyat dan luar biasa pengaruh ungkapan alhamdulillah atau rasa syukur dalam pengobatan dan terapi penyembuhan.
Segala puji bagi Allah, karena Allah mengajarkan manusia untuk berdoa secara tidak langsung dengan menyuruh beramal shaleh sebanyak-banyaknya dan terus-menerus sepanjang hayat. Dan mengajarkan pula doa langsung, melalui shalat, dzikir, tahannus (bersemedi), doa-doa sesudah shalat, saat thawaf dan lain-lain. Doa langsung itulah yang menumbuhkan keyakinan, kekuatan dan semangat, penuh optimis serta berpikir positif. Maka alangkah naifnya kalau orang Islam itu malas, tidak berbuat, tidak bekerja dan tidak berpikir, dari mana penyebabnya? Sebagai refleksi, manusia harus bersyukur kepada Allah, kepada kedua orang tua dan kepada sesama manusia melalui pemanfaatan secara optimal potensi yang dimiliki untuk ibadah atau jihad di jalan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();