2. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Alhamdulillah adalah ungkapan rasa syukur yang
berarti pula ungkapan rasa terima kasih atau penghormatan. Semua pujian milik
Allah meski ada pada makhluk, karena semua ciptaan-Nya. Walaupun demikian,
bukan berarti orang tidak boleh memuji manusia. Yang tidak boleh adalah gila
hormat, ingin dipuji orang dan ingin dihargai orang. Allah sendiri mengajarkan
kepada makhluknya untuk menghormati yang lain. Saat penciptaan Adam selesai,
sebagai penciptaan yang paling baik dan layak untuk dihargai, Allah langsung menyuruh
malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam sebagai penghormatan kepada Adam
sekaligus kepada Penciptanya yang sangat luar biasa “Ahsanul Kholiqin”. Pada saat orang memuji prestasi orang lain,
ia harus ingat pencipta prestasi itu, yaitu Allah dan yang dipuji juga
merasakan bahwa keberhasilannya adalah berkat pertolongan Allah. Sehingga tidak
menjadi angkuh atau sombong sebagaimana iblis.
Persoalan yang muncul adalah satu
aspek orang disuruh menghormati dan menghargai orang lain. Aspek yang lain, ketika
orang dihormati dan dihargai menjadi angkuh dan sombong. Dan ini seringkali
terjadi, sehingga yang dulunya dia suka menghargai dan menghormati, kini
berubah, karena yang biasa dihormati dan dihargai menjadi angkuh dan sombong.
Lantas sikap yang sebenarnya bagaimana, apakah tetap menghormati dan menghargai
orang itu meskipun sombong atau berhenti menghormat. Penghormatan tetap
dilakukan disertai dengan menolong dia agar berhenti dari sikap sombongnya.
Pada awalnya orang menduga bahwa
Alhamdulillah bukanlah sebuah do’a, karena berisi pujian bukan permintaan dan
hanya sebagai ungkapan rasa syukur. Tetapi setelah dianalisa lebih mendalam,
terutama dari segi arti doa itu sendiri yang berasal dari kata da’aa, berarti
mengajak atau menarik, maka semua perbuatan positif itu disebut doa karena
dapat menarik hal-hal positif. Demikian pula perbuatan negatif dapat menarik
hal-hal negatif. Sehingga Alqur’an menyebutkan bahwa tidak ada doa orang kafir
kecuali dalam kesesatan (QS 13:14 dan 40:50). Jadi perbuatan orang kafir yang
negatif termasuk doa. Perbuatan positif itu disebut amal shaleh dan sangat
dianjurkan, bahkan diwajibkan karena merupakan doa. Allah berfirman : “dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta
mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari
karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras” (QS
42:26). Dalam ayat ini, tidak ada kata do’a, tetapi orang beriman yang beramal
shaleh itu disebut berdoa dan Allah mengabulkannya, bahkan mengabulkannya lebih
banyak dari yang dikerjakan.
Oleh karena itu
meskipun alhamdulillah tidak berisi doa, tetap disebut doa karena menarik
hal-hal positif. Bahkan Rasulullah saw
menyebutkan dalam haditsnya bahwa alhamdulillah adalah sebaik-baik doa, atau
puncak dari segala doa, sebab Allah berjanji : “Apabila kalian bersyukur, maka
akan Aku tambah nikmat untukmu, dan apabila kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku
amat pedih”
Karena alhamdulillah
menjadi puncak dari segala doa, maka rasa syukur menjadi syarat utama dalam
setiap pengobatan dan terapi penyembuhan untuk segala macam penyakit. Dan sudah
banyak dibuktikan oleh para ahli dari pelbagai kalangan, baik ahli medis, ahli
psikologi, ahli terapi maupun ahli anatomi tentang peran syukur. Sungguh amat
dahsyat dan luar biasa pengaruh ungkapan alhamdulillah atau rasa syukur dalam
pengobatan dan terapi penyembuhan.
Segala puji bagi
Allah, karena Allah mengajarkan manusia untuk berdoa secara tidak langsung
dengan menyuruh beramal shaleh sebanyak-banyaknya dan terus-menerus sepanjang
hayat. Dan mengajarkan pula doa langsung, melalui shalat, dzikir, tahannus (bersemedi),
doa-doa sesudah shalat, saat thawaf dan lain-lain. Doa langsung itulah yang
menumbuhkan keyakinan, kekuatan dan semangat, penuh optimis serta berpikir positif.
Maka alangkah naifnya kalau orang Islam itu malas, tidak berbuat, tidak bekerja
dan tidak berpikir, dari mana penyebabnya? Sebagai refleksi, manusia harus
bersyukur kepada Allah, kepada kedua orang tua dan kepada sesama manusia
melalui pemanfaatan secara optimal potensi yang dimiliki untuk ibadah atau
jihad di jalan Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar